Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Xi Jinping Akan Menutup Pabrik Bitcoin di China,Ada apa ?

bitcoin di china China Akan Menutup Pabrik Bitcoin Terbesar -  Untuk mengurangi Konsumsi energi di negara china,pemerintah Negerei Tirai bambu tersebut berencana untuk menutup aktivitas penambangan cryptocurrency,termasuk juga dengan bitcoin. ada apa?

Memang seperti yang umum diketahui bahwa dalam menambang bitcoin memerlukan komputer dengan spesifikasi yang tinggi. Akibatnya untuk mengoperasikan komputer-komputer tersebut membutuhkan energi yang melimpah untuk digunakan.

Komputer denghan spesifikasi khusus memang dibutuhkan untuk menambang bitcoin dengan cara memecahkan teka-teki matematika yang rumit atau kompleks. Alhasil pemakaian sumber energi yang dengan kapasitas besar adalah sebuah keharusan.

Energi yang dibutuhkan untuk mining bitcoin,menurut penelitian yang telah dilakukan oleh Universitas Cambridge,Inggris, adalah sekitar 128,88 Terrawatt-jam per tahunnya.

Hal ini yang menjadi sebab pemerintah china ingin menghentikan operasional penambangan Bitcoin.

Perlu untuk diketahui bahwa china merupakan Negara terbesar dalam hal mining bitcoin. Dari Total penambangan mata uang digital yang diciptakan oleh Sathosi Nakamoto ini, China menyumbang 65% aktivitas penambangan di seluruh dunia.

Kendati demikian, Negara yang dipimpin oleh Xi Jinping tersebut telah memberikan support untuk pengembangan teknologi blockchain yang mendasari bitcoin. Tampaknya Negeri Tirai bambu ini akan menindak sendiri mata uang digital tersebut.

Sebelumnya China juga sudah melakukan pelarangan untuk initial coin offering (ICO) atau penawaran koi perdana pada tahun 2017 yang lalu. China juga menindak semua bisnis yang bersangkutan dengan operasioanl cryptocurrency. Platform trading misalnya.

Rencana penutupan aktivitas penambangan bitcoin ini berkaitan dengan wacana untuk meningkatkan aktivitas yang ramah lingkungan. Seperti yang telah disampaikan oleh presiden china,Xi Jinping tahun lalu bahwa Pemrintah menargetkan emisi karbon dioksida puncak di tahu 2030 dan juga netralitas karbon tahu 2060 mendatang.

Melihat situasi yang tidak kondusif bagi bitcoin, dalam hal ini banyaknya tentangan dan tantangan yang harus dilewati pelopor cryptocurrency ini,bisa jadi harga pada pasar crypto akan mengalami penurunan berita-berita negatif yang beredar.

oleh sebab itu, bagi Anda pemegang mata uang digital ini harus waspada dengan fluktuasi harga bitcoin agar terhindar dari kerugian atau capital loss yang tentu saja tidak diinginkan itu terjadi.

Referensi  : CNBC INDONESIA

Posting Komentar untuk "Xi Jinping Akan Menutup Pabrik Bitcoin di China,Ada apa ?"